Posting teman – teman saya di Facebook atau Twitter seringkali membuka wawasan saya akan suatu hal atau malah memberitahu saya suatu berita yg baru saja terjadi, tidak jarang juga tentang kenikmatan suatu produk.
Sebut saja, kata – kata bijak dari orang terkenal yang dikutip kembali. Atau berita gempa yang terjadi di beberapa daerah. Juga pengalaman teman – teman saya menikmati suatu makanan.
Tidak harus makanan yang super mewah, Tidak harus makanan di hotel berbintang – bintang.. se-simple menikmati sebatang es krim.
Saat menikmati es krim, di-posting di Facebook tanpa menutupi brand es krim tersebut membuat saya dan mungkin orang lain tergugah untuk segera lari ke toko terdekat untuk membeli es krim dengan brand yang sama. Berharap kami juga merasakan sensasi nikmat es krim tersebut.
Menurut saya efek ini sangat dahsyat. Dan to be brutally honest, saya akan lebih bereaksi jika ‘pemberitaan’ nikmatnya suatu produk diberitahukan oleh seorang teman, bukan pembuat produk tersebut.
Bukannya tidak percaya pada yang membuat, tapi coba posisikan diri kita sebagai produsen. Produsen mana yang tidak bilang produk nya nomer wahid punya? Ingat iklan kecap jaman dulu? Semua bilang kecap mereka nomer 1. Yang lain entah nomer berapa..
Tapi coba kalau tetangga Anda yang bilang, “wahh..kecap D enak banget loh, saya udah cobain. Harganya pas dikantong.” Ibu – ibu mana yang tidak tertarik untuk mencoba juga?
Coba lihat contoh lainnya yang terjadi di Twitter:
Tadinya mungkin kita sedang bingung, mau minum kopi teh apa, tapi melihat ini.. mungkin pilihan kita jadi satu saja. Atau mungkin juga kita sedang tidak ingin minum teh, tapi karena tweet ini kita bilang: “ah.. jadi pengen minum Teh Kotak nih gara – gara baca Twitter”.
Ini yang disebut The Power of Word of Mouth Marketing. Yang menurut saya, benar – benar berfungsi jika dilakukan oleh orang yang kita kenal.
Dan hal seperti ini diakomodasi oleh social media. Banyak yang berekspresi disana, menumpahkan hal positif maupun negatif akan hal yang mereka hadapi saat itu. Tidak jarang hal – hal yang dialami berhubungan dengan suatu brand yang kemudian memicu reaksi dari banyak orang ketika melihat posting tersebut.
Sudahkah Anda memasukkan social media dalam monitoring list Anda? Siapa tahu banyak users yang mengelu-elukan brand yang Anda handle.. atau mungkin juga banyak masukan dari mereka ntuk kebaikan brand.Banyak hal bisa Anda lakukan jika Anda sudah tahu opini konsumen tentang suatu produk. Ayo.. tunggu apa lagi?




